Selasa, 21 Oktober 2014

Seputar Kampus Universitas Gunadarma




Kampus Gunadarama merupakan kampus yang banyak orang menyebutnya sebagai kampus orang IT yang memiliki dan menciptakan begitu banyak ahli dalam bidang IT. Selain itu gunadarma atau yang biasa disebut gundar memiliki begitu banyak kampus dari kampus A, B, C, D, E, F, G, H, J1, J2, J3, J4/K, J5, L, M, dan kampus tersebut terdapat diberbagai wilayah seperti dikenari, margonda depok, kelapa dua depok, tanggerang, kalimalang dll, dan saya sendiri berada di wilayah depok yaitu kampus D, E, G dan kampus H. Namun kampus H yang hanya digunakan sebagai tempat praktikum, selain itu kampus gundar tidak memiliki kantin pada umumnya seperti kampus-kampus lain, dimana ini biasanya dikeluhkan oleh mahasiswa baru, namun dalam segi positif hal ini dapat membantu masyarakat sekitar untuk membuat kantin sendiri bagi mahasiswa, dan kantin tersebut berada disekitar kampus.

Selanjutnya untuk bagian pengurusan berkas,nilai,blanko pendaftaran maba dll dapat dilakukan di Loket BAAK yang berada di marginda depok kampus D gunadarma. Lalu kampus H juga terdapat sport center sebagai tempat olagraga bagi mahasiswa gundar yang berupa lapangan futsal dan basket, yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan olah raga seperti, futsal, basket, voli, taekondow, hokkey dll.

TELEMATIKA



a.    Definisi telematika
Telematika merupakan teknologi informasi atau telekomunikasi informatika yang dapat menyampaikan sebuah informasi digital berupa suara, video, gambar maupun huruf. Telematika juga merupakan sarana komunikasi jarak jauh, sehingga informasi dari manapun dapat diperoleh melalui media digital internet dalam sekejap.

b.   Perkembangan Telematika
Perkembangan telematika atau yang dikenal dengan telekomunikasi sudah berkembang dengan sangat pesat untuk diera modern seperti sat ini, karena kemajuan sebuah teknologi yang begitu pesat saat ini. Selain itu juga sudah banyak terdapat sosial media yang dapat menghubungkan berbagai orang dari seluruh penjuru dunia seperti faceebook, kemudia kecanggihan dari skype yang dapat berinteraksi melalui camera atau biasanya orang-orang menyebutnya sebagai video call, namun seiring pesatnya perkembangan teknologi komunikasi ini tidak menutup kemungkinan para penggunanya memanfaatkan kecanggihan teknologi ini dengan hal yang negative.
 
c.    Trend Masa Depan telematika
Tren masa depan telematika pasti akan terus berkembang dengan seiring munculnya media-media komunikasi yang terbaru , yang dapat membuat rasa penasaran pengguna yang dibuat semenarik mungkin, jadi kemungkinan trend telematika dimasa depan akan terus menari para pengguna media komunikasi, sehingga akan terus bermuncula teknologi-teknologi terbaru dalam media komunikasi.






Referensi :
http://blog.pasca.gunadarma.ac.id/2012/06/22/telematika-dalam-dunia-teknologi-informasi-dan-penerapannya-di-e-commerce-dan-lainnya/

Senin, 16 Juni 2014

PENALARAN INDUKTIF



Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.

Penalaran induktif adalah proses berpikir untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus. Prosesnya disebut induksi.
Penalaran induktif dapat berbentuk generalisasi, analogi, atau hubungan sebab akibat. Generalisasi adalah proses berpikir berdasarkan hasil pengamatan atas sejumlah gejala dan fakta dengan sifat-sifat tertentu mengenai semua atau sebagian dari gejala serupa itu. Analogi merupakan cara menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan terhadap sejumlah gejala khusus yang bersamaan. Hubungan sebab akibat ialah hubungan ketergantungan antara gejala-gejala yang mengikuti pola sebab akibat, akibat sebab, dan akibat-akibat.

Contoh penalaran induktif :
Harimau berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Babi berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Ikan paus berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan

Metode induktif
Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.

Contoh paragraf Induktif :

Pada saat ini remaja lebih menukai tari-tarian dari barat seperti brigdens, shafel muter, salsa (dan Kripton), free dance dan lain sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues, jazz, maupun reff tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.

Contoh generalisasi :

Jika ada udara, manusia akan hidup.
Jika ada udara, hewan akan hidup.
Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.



PENGERTIAN KARYA ILMIAH



Karya ilmiah  adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian.

Menutut Jones ( 1960 ) karangan ilmiah dibagi menjadi dua,diantaranya ;
Karangan ilmiah yang ditujukan kepada masyarakat tertentu ( profesional ) yang biasanya bersifat karya ilmia tinggi yang disebut dengan istilah karya ilmiah.
Karangan ilmiah yng ditujukan kepada masyarakat umum yang disebut dengan istilah karangan ilmiah populer.

Tujuan Karya Ilmiah
Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
1.      Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.
2.      Manfaat Karya Ilmiah
3.      Manfaat penyusunan karya ilmiah bagi penulis adalah berikut:
4.      Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
5.      Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
6.      Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
7.      Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
8.      Memperoleh kepuasan intelektual;
9.      Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
10.  Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya

Sistematika Penulisan Karya Ilmiah
·         Bagian Pembuka
·         Cover
·         Halaman judul.
·         Halaman pengesahan.
·         Abstraksi
·         Kata pengantar.
·         Daftar isi.
·         Ringkasan isi.

Bagian Isi
·         Pendahuluan
·         Latar belakang masalah.
·         Perumusan masalah.
·         Pembahasan/pembatasan masalah.
·         Tujuan penelitian.
·         Manfaat penelitian.

Kajian teori atau tinjauan kepustakaan
·         Pembahasan teori
·         Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan
·         Pengajuan hipotesis

Metodologi penelitian
·         Waktu dan tempat penelitian.
·         Metode dan rancangan penelitian
·         Populasi dan sampel.
·         Instrumen penelitian.
·         Pengumpulan data dan analisis data.



Hasil Penelitian
·         Jabaran varibel penelitian.
·         Hasil penelitian.
·         Pengajuan hipotesis.
·         Diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya.

Bagian penunjang
·         Daftar pustaka.
·         Lampiran- lampiran antara lain instrumen penelitian.
·         Daftar Tabel
·         Jenis karangan ilmiah;
·         skripsi,
·         tesis,
·         disertasi,
·         laporan penelitian.

Jenis karangan ilmiah;
1.      skripsi,
2.      tesis,
3.      disertasi,
4.      laporan penelitian.