Minggu, 04 Januari 2015

Study Kasus Telematika Cybercrime



Cybercrime adalah tidak criminal yang dilakukan dengan menggunakan teknologi computer sebagai alat kejahatan utama. Cybercrime merupakan kejahatan yang memanfaatkan perkembangan teknologi computer khusunya internet. Cybercrime didefinisikan sebagai perbuatan melanggar hukum yang memanfaatkan teknologi computer yang berbasasis pada kecanggihan perkembangan teknologi internet.
Cybercrime sendiri sebagai kejahatan yang muncul sebagai akibat adanya komunitas dunia maya di internet, memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan kedua model di atas. Karakteristik unik dari kejahatan di dunia maya tersebut antara lain menyangkut lima hal berikut:
  1. Ruang lingkup kejahatan
  2. Sifat kejahatan
  3. Pelaku kejahatan
  4. Modus kejahatan
  5. Jenis-jenis kerugian yang ditimbulkan

v  Karakteristik cybercrime :

a.       Cyberprivacy ; pengguna teknologi computer untuk mencetak ulang software atau informasi, lalu mendistribusikan informasi atau software tersebut lewat teknologi computer.
b.      Cybertrespass : pengguna eknologi computer untuk meningkatkan akses pada system computer suatu organisasi atau individu.
c.       Cybervandalism : pengguna teknologi computer untuk membuat program yang mengganggu proses transmisi elektronik, dan menghancurkan data computer.

Jenis-jenis Cybercrime
Berdasarkan jenis aktifitas yang dilakukannya, cybercrime dapat digolongkan menjadi beberapa jenis sebagai berikut:
1.      Unauthorized Access
Merupakan kejahatan yang terjadi ketika seseorang memasuki atau menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin, atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya. Probing dan port merupakan contoh kejahatan ini.

2.      Illegal Contents
Merupakan kejahatan yang dilakukan dengan memasukkan data atau informasi ke internet tentang suatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau menggangu ketertiban umum, contohnya adalah penyebaran pornografi.
3.      Penyebaran virus secara sengaja
Penyebaran virus pada umumnya dilakukan dengan menggunakan email.  Sering kali orang yang sistem emailnya terkena virus tidak menyadari hal ini. Virus ini kemudian dikirimkan ke tempat lain melalui emailnya.
4.      Data forgery
Kejahatan jenis ini dilakukan dengan tujuan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang ada di internet. Dokumen-dokumen ini biasanya dimiliki oleh institusi atau lembaga yang memiliki situs berbasis web database.
5.      Cyber Espionage, Sabotage, and Extortion
Cyber Espionage merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer pihak sasaran. Sabotage and Extortion merupakan jenis kejahatan yang dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang terhubung dengan internet.
6.      Cyberstalking
Kejahatan jenis ini dilakukan untuk mengganggu atau melecehkan seseorang dengan memanfaatkan komputer, misalnya menggunakan e-mail dan  dilakukan berulang-ulang. Kejahatan tersebut menyerupai teror yang ditujukan kepada seseorang dengan memanfaatkan media internet. Hal itu bisa terjadi karena kemudahan dalam membuat email dengan alamat tertentu tanpa harus menyertakan identitas diri yang sebenarnya.
7.      Carding
Carding merupakan kejahatan yang dilakukan untuk mencuri nomor kartu kredit milik orang lain dan digunakan dalam transaksi perdagangan di internet.
8.      Hacking dan Cracker
Istilah hacker biasanya mengacu pada seseorang yang punya minat besar untuk mempelajari sistem komputer secara detail dan bagaimana meningkatkan kapabilitasnya. Adapun mereka yang sering melakukan aksi-aksi perusakan di internet lazimnya disebut cracker. Boleh dibilang cracker ini sebenarnya adalah hacker yang memanfaatkan kemampuannya untuk hal-hal yang negatif. Aktivitas cracking di internet memiliki  lingkup yang sangat luas, mulai dari pembajakan account milik orang lain, pembajakan situs web, probing, menyebarkan virus, hingga pelumpuhan target sasaran. Tindakan yang terakhir disebut sebagai DOS (Denial Of Service). Dos attack merupakan serangan yang bertujuan melumpuhkan target (hang, crash) sehingga tidak dapat memberikan layanan.
9.      Cybersquatting and Typosquatting
Cybersquatting merupakan kejahatan yang dilakukan dengan mendaftarkan domain nama perusahaan orang lain dan kemudian berusaha menjualnya kepada perusahaan tersebut dengan harga yang lebih mahal. Adapun typosquatting adalah kejahatan dengan membuat domain plesetan yaitu domain yang mirip dengan nama domain orang lain. Nama tersebut merupakan nama domain saingan perusahaan.
10.  Hijacking
Hijacking merupakan kejahatan melakukan pembajakan hasil karya orang lain. Yang paling sering terjadi adalah Software Piracy (pembajakan perangkat lunak).
11.   Cyber Terorism
Suatu tindakan cybercrime termasuk cyber terorism jika mengancam pemerintah atau warganegara, termasuk cracking ke situs pemerintah atau militer.

Berikut contoh studi kasus cybercrime :
Menurut perusahaan software antivirus, worm Randex menyebar dengan cara mendobrak sistem komputer yang tidak terproteksi dengan baik. Randex menyebar pada jaringan LAN (local area networks), dan mengeksploitasi komputer bersistem operasi Windows. Menurut perusahaan anti-virus, F-Secure, komputer yang rentan terhadap serangan worm ini adalah komputer-komputer yang menggunakan password yang mudah ditebak. Biasanya hacker jahat menggunakan daftar terprogram untuk melancarkan aksinya.
Begitu menginfeksi, worm akan merubah konfigurasi Windows sehingga worm ini langsung beraksi begitu Windows aktif. Worm ini juga menginstal backdoor pada komputer yang disusupinya. Dengan backdoor ini, pembuat worm berkesempatan mengendalikan komputer dari jarak jauh, menggunakan perintah-perintah yang dikirim melalui kanal di IRC (internet relay chat), ungkap penjelasan dari F-Secure.
Kasus nyata cybercrime penyebaran virus ini terjadi pada jejaring sosial Twitter  yang terjadi pada bulan Juli 2009, Twitter menjadi media infeksi modifikasi New Koobface, worm yang mampu membajak akun Twitter dan menular melalui postingannya, dan menjangkiti semua follower. Bukan hanya Twitter, pada Agustus 2009 penjahat cyber melakukan aksinya dengan mengiklankan video erotis, dan ketika pengguna mengkliknya, maka otomatis akan mengunduh software antivirus palsu seperti Trojan-Downloader.Win32.Banload.sco. Koobface juga memberi link ke program antivirus palsu seperti XP Antivirus dan Antivirus 2009. Program spyware tersebut juga mengandung kode worm.


Sumber :

Study Kasus Telematika Video Conference



Video conference merupakan layanan dari telematika, dimana kita dapat terhubung langsung melalui sebuah layar monitor atau video untuk melakukan sebuah komunikasi, contohnya seperti Skype yang biasanya digunakan untuk berkomunikasi secara video call. Video conference juga tidak hanya digunakan untuk komunikasi personal saja, tetapi dapat juga digunakan untuk kepentingan bisnis diperusahaan, instansi pemerintahan dll.
Video conference adalah teknologi komunikasi yang mengintegrasikan video dan voice untuk menghubungkan pengguna terhubung satu sama lain seolah-olah mereka berada di ruangan yang sama. Setiap titik membutuhkan komputer, webcam, mikrofon, dan broadband koneksi internet untuk berpartisipasi dalam video conferencing tersebut. Pengguna melihat dan mendengar satu sama lain secara realtime, bukan hanya sebatas voice conference.
Banyak perusahaan komunikasi telah berkecimpung dalam teknologi video conference sejak akhir 50-an, tapi teknologi ini memang membutuhkan lahirnya teknologi lain yaitu internet super cepat dan web cam yang baru pada tahun 1990-an. Bandwith yang baik diperlukan untuk hasil berkualitas tinggi streaming video dan suara. Video conference mengambil langkah serius ketika digunakan massal dengan rilis Microsoft Netmeeting 3,0 pada tahun 1999. Sekarang ada puluhan pemasaran perangkat lunak konferensi video dan sejumlah investor yang tertarik dalam membawa konferensi video ke perangkat mobile.
Sangat menarik bagi sektor pendidikan dan bisnis, video conference memungkinkan pengguna untuk menghemat waktu dan uang dengan membawa orang-orang pada sebuah konsep tatap muka virtual. Banyak universitas terkemuka telah mengadopsi video conference sebagai alat pendidikan untuk digunakan dalam hubungannya dengan kursus online. Pemimpin bisnis di seluruh dunia menggunakan teknologi ini untuk tetap berhubungan dengan kontak atau client penting mereka saat bepergian. Seperti menangkap video dan suara teknologi, perangkat lunak, dan menampilkan teknologi terus meningkatkan, pengalaman video conference akan menjadi semakin alami dan intuitif untuk jangkauan yang lebih luas dari pengguna. Akhirnya konferensi video dan teknologi serupa lainnya seperti conference phone akan memungkinkan terciptanya “kota virtual”, ruang online di mana orang bekerja sama tanpa kendala kedekatan geografis. Hal ini dapat mengurangi kemacetan perkotaan dan menyelamatkan lingkungan sehingga memungkinkan bagi para pekerja terampil yang tinggal di pinggiran kota untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi tanpa perjalanan yang jauh sekalipun.

v   Kelebihan Video Conference  :
  1. Pertemuan-pertemuan yang dilakukan, seperti kuliah umum dengan dosen/bernarasumber internasional atau seminar dari satu negara dengan negara lain dapat secara online sehingga akan menghemat biaya dan waktu.
  2. Informasi dan pengetahuan dapat berkembang dengan melakukan pertemuan atau diskusi dengan PT terbaik dalam negeri maupun luar negeri.
  3. Tatap muka jarak jauh menjadi terasa lebih nyata.
  4. Sebagai pendukung program e-learning PT.
  5. PT dapat saling berbagi resource.

v   Kekurangan Video Conference
  1. E-learning yang dilakukan akan kurang efektif dengan bantuan video conference, karena kurang nyata dan belajar itu perlu pemahaman langsung.
  2. Bahasa sebagai alat komunikasi yang dimiliki oleh PTN dalam negeri berbeda dengan PT luar negeri
Sumber :